Titi adalah

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
istri, ibu dari 5 anak, full time worker, menghibur diri dengan berkreasi dan berpuisi

Rabu, 28 Maret 2012

Perempuan dan Lelaki Khayalan

"Mengapa kau datang ?" tanya si perempuan
"Karena kau undang." jawab lelaki
"Aku tidak mengundangmu !" seru si perempuan
"Air matamu memanggilku " lelaki menjawab tenang
Perempuan itu tak dapat mengelak. Disusutnya sisa butir bening di sudut mata.
"Kau selalu menemukanku. Kau selalu datang saat aku butuhkan. Hadirmu adalah penghiburan bagiku...." perempuan berkata, seperti pada dirinya sendiri
"Kau adalah bagian dari diriku yang hilang, kau adalah bagian dari sejarah hidupku yang kembali lagi ..."  lelaki melanjutkan, mengerti. Seperti sebuah rangkaian mantra dua kalimat itu bersambungan
"Entahlah, setiap air mataku keluar, yang kuingat hanyalah dirimu" si perempuan tak mengerti
Bagi si perempuan, lelaki itu adalah teman yang tak tergantikan, teman yang selalu mengerti, bahkan tanpa perlu berkata kata sedikitpun. Cukuplah dia menangis, dan lelaki itu datang menenangkan. Maka seketika hilanglah beban di dada.
Bagi si lelaki, perempuan itu adalah tempat dia merasa ada, berarti dan dibutuhkan. Cukuplah dia datang ketika perempuan itu menangis, meski tanpa genggaman tangan, tanpa rengkuhan, Semua beban kehidupan bagai terbagikan
"Itulah sebabnya aku selalu ada untukmu" lelaki memberi jawaban, sekaligus alasan
"Kini pergilah. Cukup bagiku sekejap hadirmu"
"Aku akan pergi, jangan pernah ragukan keberadaanku untukmu"
"Tak kan pernah " Sahut perempuan.
Iya tahu, meski tak ada di sisinya, lelaki itu akan datang, kapanpun. Dimanapun, lelaki itu dapat menemukannya.
Seperti sore ini, di atas jembatan penyeberangan. Saat dia berdiri mematung, menatap hiruk pikuk jalanan. Menjelang senja. Karena laki laki itu, hanyalah teman khayalannya.

*235 kata

2 komentar:

  1. mantaabzz.... kayaknya ada bakat pujangga nich... ditunggu cerita2 berikutnya yg lebih "mak nyuuzz"

    BalasHapus